Penantian Berlanjut

Standard

Teringat kembali ucapanku pada Ghina Mardiyah :

Huaa, jigana lamun UI teu katarima nda rek nangis Ber T.T

dan ternyata faktanya , air mata tak muncul setetes pun. xixixi

kegagalan untuk kesekian kalinya (padahal baru dua :P). Untukku sendiri kegagalan ini tak masalah. Tapi jika aku ingat bahwa kegagalan ini tak hanya untuk diriku sendiri tapi juga untuk  keduaorangtuaku dan bahkan wildan nur hamzah, sahabatku.

Keduaorangtua yang akan selalu tersenyum dengan apa yang kudapatkan, dan pastinya tak pernah mengeluh. Huh, aku benci karena telah mengecewakan mereka. Aku tau mereka kecewa dan pasti amatlah kecewa. Tapi apa yag bisa kulakukan saat ini.

dan aku yang sekarang ini sungguh tak bisa berbuat apa-apa

maaf m(_ _)m

Wildan Nur Hamzah, orang yang sudah merelakan waktunya untuk mengantarku. Dia rela menghabiskan waktunya hanya untuk hal tersebut. Ah dia memang terlalu baik. Terimakasih kawan ^^

Dan maaf aku telah mengecewakanmu. Maaf .

Tapi tenanglah seperti kata dia, bahwa :

satu kesempitan membawa kesempatan lain

dan bahwa kesempatan masih terbuka lebar.

Dan Tuhan masih menunggu memberikan kebahagiaan padaku, pastinya di waktu yang tepat bukan saat ini ^^

One thought on “Penantian Berlanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s