Gizi dalam Daur Kehidupan

Standard

Berhubung tadi baru aja dapet materi ini, dan pas dapet tugas susah banget dapet referensinya. Jadi iseng-iseng ajalah nge-post hihi🙂

Daur kehidupan manusia adalah rangkaian perjalanan hidup seseorang, mulai dari kelahiran hingga berakhir pada saat seseorang tersebut meninggal dunia dari waktu-kewaktu, manusia menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupannya. Ada perubahan yang berlangsung sangat lambat dan terus menerus, adapula perubahan secara drastis atau dramatis.
Daur kehidupan tersebut berlaku bagi setiap manusia tanpa terkecuali, dengan urutan dan tahapan yang sama. Daur kehidupan tersebut meliputi pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental.

Tahapan dari daur kehidupan dimulai atau diawali dari masa kehamilan, bayi, anak-anak usia sekolah dan remaja, dewasa, dan lansia.

Untuk daur kehidupan mungkin bisa digambarkan seperti siklus di atas, dimulai atau diawali dari masa kehamilan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan lansia.

Siklus itu dimulai dari bumil KEK (ibu hamil yang kekurangan energi kronis) atau WUS KEK (Wanita Usia Subur kekurangan energi kronis), seorang ibu hamil yang kekurangn energi kronis atau kekurangan energi protein akan berpotensi menghasilkan BBLR (berat badan lahir rendah).
Gizi pada ibu hamil memengaruhi pertumbuhan janin. Perubahan fisiologis pada ibu mempunyai dampak besar terhadap diet ibu dan kebutuhan gizi, karena selama kehamilan, ibu harus memenuhi kebutuhan pertumbuhan janin yang sangat pesat, dan agar keluaran kehamilannya berhasil baik dan sempurna.
Yang perlu diingat, status gizi ibu hamil ditentukan jauh sebelum ibu itu hamil, yaitu selama masa kanak-kanak hingga dewasa. Gizi selama kehamilan penting, namun banyak tambahan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi apabila ibu mempunyai cadangan nutrisi yang cukup sebelum hamil. Kebutuhan energi dan nutrisi selama kehamilan lebih tinggi daripada orang dewasa.

Setelah ibu hamil, tahap kedua adalah bayi. Seperti yag sudah dijelaskan sebelumnya, bayi yang dilahirkan dari ibu hamil yang mengalami KEK dan KEP berpotensi mengalami BBLR (berat badan lahir rendah), berat badan bayi yang normal antara 2,5-3,5 kg.
Tahun pertama setelah bayi lahir merupakan salah satu perubahan besar yang dialami bayi. Bayi yang kecil, pertumbuhan yang lebih cepat dibanding dengan fase lain dalam daur kehidupan, imaturitas dari organ-organ tubuh dan kemampuannya dalam mencerna dan menyerap nutrient dari ASI atau susu formula, serta perilaku makan yang berkembang tahap demi tahap, mengharuskan masukan gizi sangat diperhatikan. Implikasi praktis dari keadaan di atas adalah pemberian makanan yang sering, pemberian makanan tinggi dalam energi dan nutrient serta diet yang bersifat cair dengan jumlah air yang tinggi.
Bayi membutuhkan diet yang cukup berbeda dengan anak-anak dan dewasa. Kecilnya tubuh dan pertumbuhan yang cepat merupakan faktor utama yang mempengaruhi kebutuhan energi dan nutrient bagi bayi. Imaturitas dari fisiologi dan perkembangan menyebabkan bayi membutuhkan bentuk makanan yang berbeda.

Bayi BBLR rentan mengalami IMR (Indeks Masa Relatif) perkembangan terhambat, mengalmi penyakit kronis akan berdampak pada siklus selanjutnya. Bayi BBLR ditambah kurangnya asupan makan, pelayanan kesehatan yang kurang, pola asuh yang tidak memadai dan sering terkena infeksi akan mengalami balita KEP (Kekurangan Energi dan Protein), balita KEP tersebut mengalami masa pertumbuhan yang tidak optimal dan tumbuh kembangnya terhambat.

Balita KEP dengan konsumsi yang tidak mencukupi dan pola asuh yang kurang, akan mengakibatkan remaja dan anak usia sekolah mengalami gangguan pertumbuhan dan tumbuh kembangnya. Keadaan tubuh remaja dan anak usia sekolah mengalami produktivitas fisik yang menurun dan berkurang.
Selama remaja, perubahan hormonal mempercepat pertumbuhan. Pertumbuhan lebih cepat dari tahap yang lain dalam kehidupan, kecuali satu tahun pertama kehidupan (bayi), karena pada masa ini terjadi kejar tumbuh. Pada tahap ini kebutuhan nutrisipun akan bertambah dari tahapan sebelumnya.

Dari anak usia sekolah dan remaja yang terganggu pertumbuhannya akan menyebabkan orang dewasa KEP. Perubahan yang terjadi pada masa dewasa selain perubahan fisik juga perubahan fisiologis, misalnya pertumbuhan yang cepat, perkembangan seksual, perubahan bentuk badan, dan perubahan hormonal. Selain perubahan di atas, perubahan penting lain yang terjadi adalah perubahan psikologis yang cukup besar dan perubahan sosial. Kelompok dewasa muda perlu meningkatkan kebutuhan gizinya baik untuk pertumbuhan maupun perkembangan. Namun, karena hal-hal yang berhubungan dengan penampilannya, pada umumnya kelompok ini membatasi dietnya.
Perubahan yang terjadi pada kelompok ini meletakkan kelompok ini, terutama perempuan, ke dalam kelompok risiko tinggi untuk berperilaku mengubah penampilan hingga memberi rasa nyaman, melalui pola makannya. Dan kondisi demikian memberikan konsekuensi dari ringan hingga berat.

Tahapan terakhir dari siklus hidup adalah lansia (lanjut usia).

Jadi ke empat siklus (kecuali lansia) tadi saling berkaitan, keempat-empatnya disebut lingkaran setan *kata dosennya sii*. Yah karena itu, kalau awalnya baik, maka hasilnya juga baik. Lingkaran setan inilah yang jadi masalah, untuk menyelesaikannya harus ada yang diputus. Untuk memutusnya, mungkin bisa diawali dari menjaga kesehatan para ibu hamil. Kalau ibu hamil gizinya terpenuhi maka gizi dari si bayinya juga bisa terpenuhi, dan terhindar dari berat badan lahir rendah.

Selesaaaaay🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s