Gizi ibu hamil

Standard

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil.

Minggu-minggu pertama kehamilan adalah masa dimana organ tubuh yang penting terbentuk. Kekurangan gizi pada saat ini dapat menimbulkan kelainan pada bayi atau bahkan kelainan prematur. Karena itu, gizi seimbang penting untuk pertumbuhan janin.

Ketika seorang wanita dinyatakan hamil, perubahan fisiologis tubuh turut berubah, sehingga kebutuhan gizinya pun berubah. Perubahan paling nyata adalah bertambahnya berat badan. Selama kehamilan 9 bulan, berat badan wanita hamil umumnya bertambah sekitar 6-12 kg. Selama tiga bulan pertama, pertambahan berat badan sangat lambat yakni sekitar 1,5 kg. Pada trisemester kedua dan ketiga berat badan ibu hamil akan mencapai 4 ons perminggu sehingga pada akhirnya kehamilan beratnya bertambah 12 kg. Berat badan selama hamil adalah cerminan output dari produk kehamilan dan perubahan dalam tubuh ibu itu sendiri. Seperti bertumbuhnya fetus (janin), plasenta, dan cairan amnion.

Kebutuhan Gizi Masa Hamil

Masa kehamilan merupakan masa yang sangat menentukan kualitas sumberdaya manusia, karena tumbuh kembang anak sangat ditentukan kondisinya dimasa janin dan kandungan. Dengan demikian jika kesehatan dan status gizi ibu hamil kurang baik maka akan dapat berakibat janin lahir mati (prenatal death) dan bayi lahir dengan berat badan kurang dari normal.

Peningkatan energi dan zat gizi pada masa kehamilan diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi membutuhkan tambahan, namun sering kali menjadi kekurangan adalah energi, protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium.

Kebutuhan energy pada trisemester I meningkat secara minimal. Kemudian sepanjang trisemester II dan III kebutuhan energy terus meningkat sampai akhir kehamilan. Energy tambahan selama trisemester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, payudara serta penumpukan lemak. Selama trisemester III energy tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta.

Di Indonesia melalui widya karya nasional pangan dan gizi VI tahun 1998 menganjurkan penambahan protein 12 gram perhari selama kehamilan. Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya 2/3 bagian pangan yang bernilai biologi tinggi seprti telur, ikan dan susu. Protein yang berasal dari tumbuhan memiliki nilai biologi rendah cukup 1/3 bagian. Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe/ zat besi. Saat hamil seorang wanita memerlukan asupan gizi lebih banyak. Memngingat kebutuhan zat gizi tubuh wanita hamil harus memberikan nutrisi yang cukup untuk sang janin, untuk menjaga kondisi tubuh wanita hamil harus memiliki pola hidup yang sehat.

Defisiensi Fe di Indonesia merupakan problema defisiensi nasional, dan perlu ditanggulangi secara serius dengan liputan nasional pula. Upaya prefensi belum diprogramkan secara menyeluruh, baru diberikan suplemen preparatferro kepada para ibu hamil. Pemeliharaan gizi semasa hamil sangat penting. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan gizi ibu yang sedang hamil adalah sebagai berikut :
1. Pengawasan dan pemantauan pertumbuhan janin
2. Pencegahan dini terhadap defisiensi gizi, berbagai defisiensi gizi sering terjadi semasa kehamilan. Anemia zat gizi karena kekurangan zat besi (Fe) merupakan jenis defisiensi yang paling banyak terjadi.
3. Pengaturan makanan selama hamil. Ada beberapa keadaan yang mengharuskan pengaturan makanan dengan baik semasa hamil yaitu :
a. Kebutuhan gizi ibu yang meningkat dengan pesat, bukan saja untuk keperluan pertumbuhan janin tetapi juga karena metabolism meningkat oleh terjadinya perubahan keseimbangan hormonal.
b. Pada awal kehamilan sering nafsu makan tidak begitu baik karena timbulnya rasa mual dan pusing.
c. Ibu juga harus memberikan cadangan beberapa jenis zat gizi dalam jumlah yang cukup dalam tubuh bayinya pada waktu bayi itu lahir.

Perencanaan gizi untuk ibu hamil sebaiknya mengacu pada RDA dibandingkan ibu yang tidak hamil,kebutuhan protein ibu hamil meningkat sampai 68%, asam folat 100 %, kalsium 50% dan zat besi 200-300%.
Berikut daftar beberapa zat gizi yang paling penting untuk perkembangan janin :

1. Asam folat zat ini ada didalam serealia,kacang-kacangan,sayuran hijau, kuning telur.asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya selama hamilberlipat dua.jika kekurangan asam folat bertambahparah, akan terjadi anemia yang ditandai dengan penamoakn kelelahan dan depresi. Kekurangan asam folat berkaitan dengan berat lahir rendah.

2. Kalsium sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Zat ini dapat dijumpai didalam susu dan produk susu, keju, ikan yang bias dimakan tulangnya (ikan teri, biji-bijian. Metabolism kalsium selama hamil berubah mencolok, meskipun mekanisme terjadinya belum sepenuhnya dipahami. Kadar kasium dalam darah wanita hamil menurun drastic sampai 5% ketimbang wanita tidak hamil. Asupan yang dianjurkan kira-kira 1200 mg/hari. Bagi wanita hamil yang berusia diatas 25 tahun dan cukup 800 mg untuk mereka yang berusia muda.

3. Zat besi, anemia gizi karena kekurangan zat besi masih lazim terjadi di Negara berkembang. Sementara itu, kebutuhan Fe meningkat sebesar 200-300% perkiraan zat besi yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1400 mg, sumber bahan zat besi dapat dijumpai pada hati, daging merah, sayuran hijau.
Dampak Gizi Kurang pada Ibu Hamil

Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik pada ibu maupun janin. Dampaknya sebagai berikut :

1. Terhadap ibu, gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain : anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan terkena penyakit infeksi.

2. Terhadap persalinan, pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya.

3. Terhadap janin, kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Arisman. 2010.Gizi Dalam Daur Kehidupan,Buku Kedokteran. Jakarta EGC

2 thoughts on “Gizi ibu hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s