jogja, i’m in love! :p

Standard

Liburan kali ini, akhirnya bisa nyampe juga di Jogjaaaaa~

Berangkat tanggal 26 Januari pagi dari rumah *Kuningan* (jam 7.30 tepatnya), dan pulang tanggal 28 Januari *Cirebon* (jam 17.30 kalo enggak salah), yang supernya dari perjalanan kali ini kita naek motor! ckckck touring ini mah :p

Jalur yang dipake:
Berangkat: Kuningan – Cibingbin – Brebes – Ketanggungan – Larangan – Prupuk – Bumiayu – Purwokerto – Banyumas – Sumpyuh – Gombong – Kebumen – Kutoarjo – Purworejo – Wates – Yogyakarta
Pulang : Yogyakarta – Wates – Purworejo – Kutoarjo – Kebumen – Gombong – Sumpyuh – Banyumas – Purwokerto – Bumiayu – Prupuk – Larangan – Ketanggungan – Losari – Cirebon

Kamis, 26 Januari 2012
Seperti yang sudah disebutkan, berangkat dari rumah jam 07.30, jam 10 itu berhenti buat istirahat di Bumiayu (kalo engga salah). Dan sekitar dzuhur berhenti di rumah makan apa ya lupa namanya dan lupa di daerah mana. Sekalian makan sekalian Shalat.

Perajalanan yang sangat melelahkan ini pun berakhir sekitar jam 4. Langsung nyari tempat buat tidur yang susahnya minta ampun, akhirnya nyampe juga.

Malamnya, berhubug my traveler-mate ngidam buat naik ombak banyu, dan engga tau kenapa mesti nyari jauh-jauh ke Jogja, akhirnya malam itu kita jalan-jalan ke Masjid Agung Kasepuhan Yogyakarta yang kebetulan lagi ada pasar malamnya, namanya Sekaten.

Sebenernya sih, sama aja kaya pasar malam yang lainnya. Ada pameran-pameran gitu, ada tukang jualan, ada tukang kerak telor, ada permainan-permainan (such as ombak banyu, kora-kora KW, komidi putar, rumah hantu, dan yang anehnya ada roller coaster KW yang ini kan jarang ada di pasar malam Kuningan atau Cirebon), ada banyak orang, dan lain-lain.

Permainan pertama yang kita coba ya pasti ombak banyu (baca : ombak asmara) soalnya ada yang ngidam :p ha ha ha ada plus-nya loh, pas si ombak banyu lagi muter, ada mas-mas yang atraksi. naik sana naik sini, puter-puter di atas, dan akhirnya nyampe ke besi yang paling atas, duduk deh di atas.
Permainan yang kedua, roller coaster Kw. Ini kayanya permainan yang paling mahal deh, Rp. 10.000 kalo engga salah, dan cuma sekali muter. Tapi ga jauh beda lah sama halilintar di Ancol hihi
Permainan yang ketiga, kora-kora KW. itu tuh perahu yang diombang-ambing sama ombak (ceritanya sih).

Puas naek ini naek itu, perjalanan diteruskan. Ke Malioboro, buat beli sedikit oleh-oleh yang ujung-ujungnya jadi belanja :p ha ha ha berhubung sang perut sudah memanggil pertanda bahwa kita harus makan, masuk lah kita ke salah satu angkringan yang emang udah ngejejer di sepanjang jalan malioboro. Pas makan, baru kepikiran ini tuh malem Jum’at tapi Jogja masih rame ajaaa ckck
Jam 22.30, balik lagi ke tempat tidur

Jum’at, 27 Januari 2012
Good morning Jogjaaaa~
Hari itu diisi full dengan jalan-jalan.

Pertama, kita langsung pergi ke Candi Prambanan. Dan disini, baru ngeuh ternyata buat masuk candi itu biayanya engga murah loh :p Tiket masuknya Rp. 30.000, parkir Rp. 3.000,00. Dan ternyata Candi Prambanan itu luas bangeeeeeeeet -_- Dari tempat parkir ke loket jauh, dari loket ke Candinya jauh, dari Candi ke pintu keluar jauh, dari pintu keluar ke tempat parkirnya jauh bangeeeeeet -_______-

Candi Prambanan merupakan salah satu candi peninggalan agama Hindu terbesar di Indonesia. Kompleks candi terdiri dari 3 candi utama berketinggian 47 m yaitu Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu (diambilkan dari nama dewa utama dalam agama Hindu) dan dikelilingi candi-candi kecil yang disebut candi Perwara. (http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/1772/candi-prambanan.html)

Tapi sayangnya , candi utama yang paling besar atau candi Siwa itu ditutup, pkonya candi yang itu di pager, jadi kita engga bisa masuk. Tapi kalo candi yang lainnya kita bisa masuk, dan isinya sama, gelaaaaap hehe

Pas keluar dari Candi prambanan, ada kaya lapangan. Pas kita lewat, ada bule dari China lagi foto di situ, kita pun ikut-ikutan foto disitu. Pas sesi foto-foto selesai (dan kenapa pas lagi di foto kita engga nyadar) baju kita udah penuh sama duri rumput, atau apapun itu namanya. akhirnya, kita cabutin itu yang nempel di baju satu-satu, sementara orang lain ngeliatin kita ha ha ha

Berikutnya menuju candi Ratu boko, dari Prambanan naek motor kira-kira 15 menit.
Dan ternyata, Candi Ratu Boko juga sama aja kaya Prambanan. Luas bangeeeeet. Setelah membeli tiket (include air mineral loh :p), kita harus jalan sekitar 10 menit, dan jalannya itu kebanyakan tanggaaaa -_- tapi di jalannya ada tempat buat istirahat ko.

Sampailah di gapuranya, berhubung kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Cuma nyampe gapuranya aja. gapuranya itu, ada 2. yang pertama ada 3 pintu. Gapura yang kedua ada 5 pintu. berhubung Candi Rtu Boko ini letaknya di perbukitan, jadi view pas liat ke bawahnya baguuuus. Kayanya kalo sore-sore ke sini lebih asik hehe dan katanya lagi, di sini salah satu tempat buat liat sunset yang bagus.

Katanya sih ada Candi pembakaran untuk membakar jenazah, kolam yang luas, gua, perbukitan dan lain-lain. Tapi kita cuma nyampe sampe gapuraa~
Katanya bangunan-bangunan itu didirikan untuk meditasi dan tempat menyepi. Bangunan ini dulunya dikenal dengan sebutan Abhayagiri Vihara, yaitu biara di bukit yang penuh kedamaian. Tempatnya emang enak buat dijadiin tempat menyepi. Sepi, adem, dan bikin pengen tidur #loh

Tujuan yang ketiga itu pantai, dan yang kita tuju itu Pantai Indrayanti sebelahnya Pantai Sundak dan sejalur sama Pantai baron.
Berhubung kita engga tau jalan, dan cuma berbekal peta yang engga ada tulisan pantai Indrayanti di petanya. Jadilah kita resmi nyasar! Bukan nyasar sih sebenernya cuma kita jadi ngambil jalan yang muter dan lebih lama satu jam dari jalan yang normal gara-gara lewat Parangtritis. Patokan kita waktu itu Parangtritis, waktu itu mikirnya sama-sama pantai jadu mungkin deketan lah, tetangga-an. ha ha ha
Dan ternyata kabupatennya aja udah beda, Parangtritis di kabupaten Bantul, dan Pantai Indrayanti di Gunung kidul.

Selama 2 jam di jalan itu, sepanjang jalan itu dipenuhi kebun, bukit, dan jarang sekali ada rumah-rumah warga. Hampir mirip jalan menuju Sendang Biru dari Pasar Turen, jauh dan jarang ada rumah ataupun pom bensin hihi Setiap ada pertigaan, pasti nanya. Dan jawabannya biasanya ‘masih jauh’ -_- udah Pegel, laper, takut bensin tiba-tiba abis. Akhirnya ketemu plang yang ada tulisan, pantai-pantai, ada pertigaan, kita ngambil jalan yang lurus. Lurus terus selama 15 menit akhirnya menemukan tempat pembelian karcis, dan ternyata pintu keluar. Dengan terpaksa balik lagi karena jalan menuju pantainya kelewat.
Ternyata (lagi) dari tiket menuju pantai itu jauh jugaaaa, ada 30 menit mungkin. Jalannya masih sama dengan jalan yang tadi kebun di kanan-kiri, dan tak tampak perumahan warga.
Sebenernya pilihan pantainya banyak, ada pantai nguyahan, pantai ngobaran, pantai baron, pantai drini, pantai sepanjang, pantai siung, pantai sundak, pantai indrayanti. Pkonya tinggal milih karena sejalur itu pantai semua, cuma agak jauh-jauhan.

Kita milih pantai Indrayanti karena katanya pantainya paling bersih diantara pantai yang lainnya karena milik pribadi. Buat masuk ke pantainya sih engga bayar, cuma bayar parkir. Dan berhubung di situ ada tempat makan jadi lah makan disitu.
Pantai Indarayanti, pantainya cukup bersih. Dikelilingi dua bukit di kanan dan kirinya. Sayang pas kita ke sana ombak lagi gede-gedenya ditambah angin yang cukup kencang.

Perjalanan pulang cukup lancar, cuma satu jam dibandingkan pas berangkat yang menghabiskan waktu 3 jam *karena sekarang udah tau jalan*

Sabtu, 28 Januari 2012
Saatnya pulaaaaaang~
Jam 08.00 perjalanan pulang dimulai, perjalanannya engga jauh beda sama pas berangkat.

Tapi pas perjalanan pulang kita dapet bonus trip ke Purwokerto😀 Nyampe Purwokerto pas Dzuhur, shalat di Masjid Agung Baitussalam dan nyimpen motor sama tas di situ. Kita jalan-jalan sebentar buat nyari makan, dan berdasarkan recommended seorang teman nyuruh kita ke GOR Satria, katanya si banyak makanan. (Kita engga tau GOR Satria itu jauh dari Alun-alun ha ha ha) jadi dengan polosnya nyari tukang becak.

Setelah nyampe GOR Satria, di sana emang banyak tempat makan. Karena katanya Iga Bakar mas Giri enak, nyobain deh di situ hehe
jam setengah dua, kita niat balik lagi ke alun-alun tempat motor sama tas di simpen. Ternyata kalo naek angkot itu harus dua kali (lupa waktu itu naek angkot apa)

Pas nyampe di Mesjid Baitussalam udah gerimis, dan akhirnya bertemu juga dengan sang hujan setelah sekian lama ha ha ha (gara-gara keceplosan sih, jadi hujan hihi)

Jam dua kita berangkat dari Purwokerto, dan perjalanan pulang ini ditemani oleh sang hujan huhu Sekitar Ashar kita berhenti di Mesjid yang engga tau di mana. Yang akhirnya sampai dengan selamat dan sentosa di Cirebon jam 17.30.

*btw ini judulnya engga nyambung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s