Standard

Dulu aku selalu membayangkan, bahwa aku akan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seseorang. Entah laki-laki itu aku temui di kereta, di terminal, di kantin, di angkot atau bahkan di Mushola wkwk Mungkin itu karena aku kebanyakan menonton film dan ftv atau membaca novel-novel teenlit heheh
Nyatanya aku jatuh cinta padamu bukan pada saat pandangan pertama, begitu juga denganmu kan? Heheh
Kamu tahu sayang? Jatuh cinta pada pandangan pertama itu cinta yang akut, cinta yang muncul tiba-tiba dan bisa hilang tiba-tiba juga. Tapi cintaku padamu itu cinta yang kronik, cinta yang membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang atau bahkan mengganas, yang sukar hilangnya sehingga ketika harus hilang kamu harus merasakan sakit yang paling sakit. Jadi cintaku itu cinta yang kronik sayang, bagaimana dengan cintamu?
Kamu ingat? Ketika kita sudah kenal, meski tidak cukup dekat. Kamu ingat apa yang mebuat kita menjadi dekat? Karena sebuah buku! -Eh tapi ceritanya mirip juga yah dengan novel atau ftv. Heheh- Senior yang dekat dengan juniornya gara-gara buku. Bukankah itu lebih romantis daripada cinta pada pandangan pertama, sayang? Itu lebih elegan menurutku.
Bagaimana tidak, setiap bulannya aku akan menunggu buku apa yang akan kamu bawa, cerita apa yang akan kamu ceritakan. Dan kamu setiap bulannya akan datang untuk membawa buku itu. Kamu kangen itu sayang?
Dan beberapa bulan setelah kerutinan itu, tiba tiba kamu memintaku supaya menjadikan kamu menjadi milikku, dan aku penuhi pintamu, sayang. Kamu ingat itu, sayang?
Lalu kita menyepakati hal itu, bahwa aku milikmu dan kamu milikku. Sesederhana itu sayang.
Tetapi secara tidak langsung juga, kamu dan aku sudah menyepakati semua resiko-resiko yang akan muncul nantinya, semua yang ternyata tidak sesederhana seperti yang aku dan kamu kira.
Bahwa nanti, akan bertambahlah orang yang akan selalu khawatir padamu. Akan ada orang yang bisa cemburu padamu kapanpun itu. Akan ada orang yang selalu ingin tahu apa saja tentangmu dan memberi semua perhatiannya kepadamu. Akan ada orang yang harus kamu mengerti, walaupun kadang agak sulit. Akan ada pula tambahan doa yang menyebut namamu.
Dan itu semua berarti bahwa, tidak ada lagi aku dan kamu, yang ada itu kita. Kita yang bersama-sama saling menyemangati agar menjadi lebih baik, kita yang akan berjuang untuk mencapai mimpi-mimpi kita. Dan kita yang akan mempertahankan ke-kita-an ini, bersama-sama, bukan cuma kamu dan bukan cuma aku.
Semoga sampai nanti sampai kita bisa mencapai mimpi kita, kita bisa mempertahankan ke-kita-an kita bersama-sama. Dan semoga Tuhan dan semesta pun berkonspirasi untuk membantu kita.
Itu doaku untuk kita berdua sayang, semoga doamu juga begitu, dan pastinya doa kita, sayang🙂

nah!

14-12-13
empattigadua

One thought on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s